Bikin Frame dari Kain Flanel

Posted in Iseng^^ Nyoba Usaha on Juni 4, 2011 by din07130062

Awalnya aq ragu bikin frame dari kain flanel, takut gak jd….hehe. Akhirnya aq otak atik tuh kain flanel, aq tambahkan kertas mika sbg kacanya n aq tambahkan karton sebagai penyanggahnya…. Jadi dah frame imuetz ala Dian’s HandMade



Pantai “Kampe”

Posted in Uncategorized on November 23, 2010 by din07130062

Pantai Kampe, merupakan pantai yang terletak di desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi. Waktu itu, saya dan teman saya mengunjungi pantai itu. Saya terheran-heran ketika menyaksikan keindahan pantai. Karena beberapa bulan bahkan tahun sebelumnya, tempat itu hanyalah sebuah pantai yang tidak terurus. Awalnya, saya tidak mau diajak kesana karna saya mengira pantai itu masih buruk seperti dulu. Ternyata, Wow Amazing….!
Kalau Anda berkunjung ke Banyuwangi, khususnya Banyuwangi Utara, tidak ada salahnya jika meluangkan waktu sejenak untuk mengunjungi pantai Kampe ^_^

Tuhan, Skripsi ini…

Posted in Uncategorized on November 12, 2010 by din07130062

Tuhan, Skripsi ini…
Yang nantinya akan menentukan kelulusanku

Tuhan, Skripsi ini…
Yang akan mengantarkan aq menuju gerbang “Wisuda”

Tuhan, Skripsi ini…
Adalah skripsi yang akan ku buat sendiri, sebagai hasil karyaku setelah 7 semster menjalani perkuliahan

Tuhan, Skripsi ini…
Yang nantinya akan menjadi hadiah untuk Ibu dan alm.Ayah ku sebagai bukti kecintaanku pada mereka

Karnanya…
Berilah kemudahan dalam mengerjakannya,
Berilah kelancaran dalam proses pembuatannya,
Berilah petunjuk-Mu agar jalan yang kutempuh terkendali,
Berilah Rahmat-Mu agar aq senantiasa nyaman bermunajat pada-Mu
Berilah Karomah-Mu agar disaat aq berhadapan dengan Dosen Penguji, aq mampu menunjukkan bahwa ini benar-benar Kehendak-Mu…
Amien ^_^

Racun Itu Bernama Rindu…

Posted in Uncategorized on November 12, 2010 by din07130062

Racun itu bernama Rindu…
Menggerogoti sumsum tawa lepas, menghentikan aliran energi dan menutup sebagian akal sehatku…
ingin ku menghentikannya, namun apalah daya diriku hanya lilin dibalik matahari…
sejenak ku berfikir untuk mencari penawarnya, ku temukan dan..
Butir-butir penawar racun itu telah ku coba minum, namun semakin aku menelannya,semakin terasa bahwa racun itu telah bersarang terlalu lama di kalbuku…
Hingga ku tak mampu mengenalinya sebagai racun…
Karna setiap racun itu bereaksi, yang ku rasakan hanyalah butiran-butiran air mata yang mulai mengering…

Kunci Zuhud

Posted in Uncategorized on November 12, 2010 by din07130062

>> Aq tau rizkiQ tak mungkin di ambil orang lain, karnanya hatiQ tenang…
>> Aq tau amalQ tak mungkin dilakukan orang lain, karnanya Aq sibukkan diriQ untuk beramal…
>> Aq tau Allah selalu melihatQ, karnanya Aq malu bila Allah mendapatiQ melakukan maksiat…
>> Aq tau kematian menantiQ, maka Q persiapkan bekal untuk berjumpa dengan RabbQ…

Sumber: Kantor PPNA

Gelak Tawa Itu…

Posted in Uncategorized on November 12, 2010 by din07130062

Gela tawa itu…
gelak tawa yang pernah ku dengar
gelak tawa yang tak merdu namun renyah di telinga
gelak tawa yang mampu menghadirkan kenyataan dalam setiap mimpi-mimpi indahku

Gelak tawa itu…
gelak tawa yang pernah menyita separoh perhatianku
menguburku dalam kebahagiaan
mengusap setiap tetes peluh yang membasahi keningku

Gelak tawa itu…
karnanya aq mengenal air mata
memberikan arti pada setiap tetesnya
dan berusaha untuk meleburnya

Gelak tawa itu…
mampukah ku mengahdirkannya kembali untukku…?
sekedar penawar racun yang bernama rindu
racun yang selama ini bersarang di relung hatiku
Ya, racun itu bernama “Rindu”

Gelak tawa itu…
Sungguh tak banyak inginku,
karna ku tau ini hanya mimpi,
mimpi yang tak pernah kan jadi nyata

Gelak tawa itu…
bukan maksudku untuk membantah takdir-Nya
namun sungguh betapa aku menyadari bahwa
tak seberapa pengaruhku terhadap mu; “pemilik gelak tawa itu”

Ayah, dengarkanlah…

Posted in Uncategorized on Oktober 15, 2010 by din07130062

Ayah, dengarkanlah…
Disini, di dunia ini -di dunia yang berbeda dengan dunia mu-
Aq sangat-sangat merindukan mu Ayah…
Ayah, dengarkanlah…
Terkadang aq menangis iri melihat teman-temanQ yang masih bisa bercengkrama dengan orang yang bernama “Ayah”
Ayah, dengarkanlah…
Aq menyesal pernah mengecewakan mu,
Andai ku tau kau akan pergi lama, pasti tak akan begitu aq bersikap padamu…
Ayah, dengarkanlah…
Aq amat sangat mencintai mu,
Cinta yang begitu dalam hingga aq tak mampu ungkapkan dengan kata di depan mu…
Ayah, dengarkanlah…
Disetiap Do’a aq meminta,
“Tuhan, Ampunilah dosa Ayah ku, kumpulkan ia bersama orang-orang yang beriman pada-Mu, jauhkan ia dari panasnya api nerakamu”
Tapi Ayah, cukup kah itu membalas jasa mu pada ku?
Ku rasa tak cukupšŸ˜¦
Namun, apalah daya ku Ayah?
Aq hanya seorang anak, seorang putri bagimu, yang kau sanjung dan kau banggakan, dan Aq tau itu…
Ayah, dengarkanlah…
Aq pun tau kau sangat mencintai ku, cinta yang mungkin jauh lebih dalam dari cinta ku pada mu…
Ayah, dengarkanlah…
Aq ingin memeluk mu, menangis di pelukan mu, dan sambil berbisik di telinga mu aq mengatakan bahwa:
“Aq bangga punya Ayah seperti mu”

Ayah, dengarkanlah…
Boleh kah aq protes pada Tuhan?
“Kenapa Dia terlalu cepat mengambil mu?”
Bila tak boleh, cukup aq meminta pada Tuhan:
“Pertemukan kembali aq dengan Ayah ku Tuhan…T_T”